Guru Tak Yakin K-13 Meningkatkan Kompetensi Siswa
OPINI Kota Tangerang, 10 Januari 2015Kemarin aku melihat anggota OSIS yang kelas VII dari jam ke-1 sampai terakhir
siang hari tidak masuk kelas, karena sibuk mengepak bantuan untuk korban
bencana. Entah bencana apa, sehingga mereka begitu semangat tidak masuk
kelas. Anggota OSIS memang sudah sering kuingatkan, agar tidak mengesamping-
kan kehadiran di kelas. Nyatanya susah sekali, tetap saja berkali-kali seperti itu.
Mungkin bagi mereka nilai itu mudah atau menganggap gampang, karena sudah
mendapat dispensasi.
Kurikulum 2013
Banyak guru yang tak yakin K-13 akan meningkatkan kompetensi siswa.
Guru terlalu banyak terbebani dengan penilaian. Ini bukan omong kosong.
Peserta didik diberi tugas dan mengolah sendiri. Di dalam kelas, pengajarannya
lebih kepada orientasi siswa.
Sebagai guru IPA, aku tak yakin siswa dapat mengerti sebuah rumus, apabila
disuruh mencari sendiri rumus tersebut dan menyelesaikan sendiri tanpa
bimbingan guru. Tapi bagi siswa yang ikut bimbel di luar sekolah, kemungkinan
tidak ada masalah. Namun apakah sekolah kalah dengan bimbel ? Dan fungsi guru
hanya fasilitator ? Sekiranya sekolah pun membuat bimbel, berarti fungsi
sekolah hanya tempat mencari nilai, bukan mencari ilmu.
Tahun Penolakan
Di Sekolah Kognitif Sudah Ditinggalkan
Efek Nilai KKM dalam Dunia Pendidikan
Hapuskan KKM
Proses Belajarnya atau Hasilnya
Generasi Emas Itu Hanya Isapan Jempol
Istighosah Untuk UN Tidak Perlu Dilakukan
Sebaiknya Kurikulum 2013 Dihentikan
Children Oriented (Student Oriented) dalam K-13 cenderung membuat
siswa kekurangan bekal ilmu dari guru. Guru yang sarat pengalaman
Insya Allah menurunkan ilmunya kepada anak-anak asuhannya.
Sekarang apa yang terjadi ? Hanya siswa itu-itu saja yang bagus, karena
di rumahnya sudah dibekali perangkat gadget yang mendukungnya,
serta belajar dari bimbel di luar. Sedangkan anak-anak yang tidak mampu
secara ekonomi, akan bergantung kepada gurunya. Inilah yang sangat
mendasar dalam pengajaran.
Jangan Tinggalkan Pembelajaran Konvensional
Ini adalah masukan-masukan bagi Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan
Dasar dan Menengah untuk memperhatikan dunia pendidikan.
Saran-saran guru lebih dipertimbangkan. Sebab ujung tombak pendidikan
ada di pundak para guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar